Sabtu, 16 Juli 2016
AS dan Turki Memanas usai Washington Dituduh Dalangi Kudeta
WASHINGTON - korelasi Amerika Serikat (AS) serta Turki memanas selesainya Ankara menuduh Washington ikut mendalangi upaya perebutan kekuasaan gagal di Turki. AS menilai tuduhan Turki berbahaya bagi hubungan bilateral.
Tuduhan asal Ankara timbul berasal Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavosoglu pada hari Sabtu. Menurutnya, para pejabat Amerika telah mendalangi upaya kudeta gagal yang dilakukan militer Turki.
Upaya perebutan kekuasaan di Turki sudah mengakibatkan tewasnya 265 orang serta lebih asal dua ribu orang lainnya terluka. Rezim Presiden Tayyip Erdogan telah merespons upaya perebutan kekuasaan itu dengan menindak menggunakan memenjarakan 2.745 hakim oposisi dan menangkap lebih asal 2.800 tentara yg dituduh bersimpati terhadap perebutan kekuasaan.
Tuduhan terhadap Amerika Serikat itu tak lepas dari sosok Fethullah Gulen, ulama oposisi Turki yang berada pada AS. Gulen—sahabat politik Presiden Erdogan yg sekarang jadi musuh—sudah dituduh sebagai dalang perebutan kekuasaan. Namun, Gulen sudah menepisnya.
Tuduhan Amerika Serikat ikut mendalangi perebutan kekuasaan di Turki jua disampaikan Menteri energi Kerja Turki, Suleyman Soylu. Tuduhan bahkan disampaikan secara terbuka.
”Amerika Serikat berada di belakang upaya perebutan kekuasaan. Beberapa jurnal yg diterbitkan pada sana (pada AS) sudah (membagikan) aktivitas selama beberapa bulan. Selama beberapa bulan kami telah mengirim permintaan pada Amerika Serikat soal Fethullah Gulen. Amerika Serikat harus mengekstradisi beliau,” istilah Soylu.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry tak terima dengan tuduhan Turki. Kerry berkata tuduhan palsu dari Turki telah membahayakan persekutuan AS serta Turki pada NATO.
Kerry melalui juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat John Kirby mengatakan bahwa AS mendesak Turki buat menunda buat menjatuhkan hukuman berat sehabis upaya perebutan kekuasaan gagal yg dilakukan militer.
”beliau (Kerry) membentuk jelas bahwa AS bersedia buat memberikan donasi kepada otoritas Turki untuk melakukan penyelidikan ini, tapi insinuasi publik atau klaim perihal kiprah apa pun sang Amerika perkumpulan dalam upaya kudeta yang gagal, benar-benar palsu dan berbahaya bagi korelasi bilateral kita,” kata Kirby.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar