Sabtu, 16 Juli 2016

Ada Apa Dengan Server Pokemon Go Server Down?

Ada Apa Dengan Server Pokemon Go Server Down?

Ada Apa Dengan Server Pokemon Go Server Down?


BeritaMendadak.blogspot.com, Jakarta - Jumlah pemain Pokemon Go kian membludak. Akibatnya, server gim besutan Niantic Labs itu sempat lumpuh berkali-kali.

Ini sebetulnya lumrah sebab gim tangkap-menangkap monster tersebut memang belum dirilis secara resmi buat dunia. Pihak developer pun masih terus berusaha keras buat memperbaiki server agar tak pulang down.

Beberapa pemain jua sempat mengeluhkan tidak bisa membuka Pokemon Go karena masalah tersebut. BeritaMendadak.blogspot.com pun sempat tidak bisa memainkan Pokemon Go karena hal serupa.

Per hari ini, server Pokemon Go akhirnya pulih. Kami mencoba membuka Pokemon Go pulang dan  telah bisa dimainkan pada pukul 12.00 ketika setempat.

Pokemon Go sendiri bisa dibilang menjadi salah  satu gim yang popularitasnya melejit mirip roket.

Bayangkan, pada ketika satu pekan sesudah dirilis pada beberapa negara, jumlah unduhan harian Pokemon Go menyaingi jumlah unduhan perangkat lunak terkenal lain yang telah usang bertandang di App Store dan  Google Play Store, seperti Twitter, Snapchat, dan  Tinder.

Server Down, Gagal Log In, AR Mode Bermasalah – Pokemon GO

Pokemon Go Server Down


Server Down
Jika anda menerima notifikasi seperti diatas, anda tidak sendirian. Dikarenakan semakin banyaknya orang yg meng-install software satu ini, server Pokemon GO tak bisa melayani seluruh user satu persatu. Akibatnya Server sering mengalami down.

Satu-satunya cara untuk mengatasi hal ini artinya menunggu hingga server kembali online.

Gagal Log In
banyak orang mengalami dilema Log In waktu menggunakan Pokémon Trainer Account, jadi lebih baik gunakan Google Account anda.

AR Mode Bermasalah
armode

Augmented Reality (AR) Pokemon GO terkadang tidak dapat digunakan sama sekali serta sederet persoalan lainnya yg berhubungan. Sudah terdapat pernyataan resmi bila hal ini adalah bagian dari bug. Pihak developer sedang berusaha keras memperbaiki problem ini.

AS dan Turki Memanas usai Washington Dituduh Dalangi Kudeta

Kudeta Turki


WASHINGTON - korelasi Amerika Serikat (AS) serta Turki memanas selesainya Ankara menuduh Washington ikut mendalangi upaya perebutan kekuasaan gagal di Turki. AS menilai tuduhan Turki berbahaya bagi hubungan bilateral.

Tuduhan asal Ankara timbul berasal Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavosoglu pada hari Sabtu. Menurutnya, para pejabat Amerika telah mendalangi upaya kudeta gagal yang dilakukan militer Turki.

Upaya perebutan kekuasaan di Turki sudah mengakibatkan tewasnya 265 orang serta lebih asal dua ribu orang lainnya terluka. Rezim Presiden Tayyip Erdogan telah merespons upaya perebutan kekuasaan itu dengan menindak menggunakan memenjarakan 2.745 hakim oposisi dan  menangkap lebih asal 2.800 tentara yg dituduh bersimpati terhadap perebutan kekuasaan.

Tuduhan terhadap Amerika Serikat itu tak lepas dari sosok Fethullah Gulen, ulama oposisi Turki yang berada pada AS. Gulen—sahabat politik Presiden Erdogan yg sekarang jadi musuh—sudah dituduh sebagai dalang perebutan kekuasaan. Namun, Gulen sudah menepisnya.


Tuduhan Amerika Serikat ikut mendalangi perebutan kekuasaan di Turki jua disampaikan Menteri energi Kerja Turki, Suleyman Soylu. Tuduhan bahkan disampaikan secara terbuka.

”Amerika Serikat berada di belakang upaya perebutan kekuasaan. Beberapa jurnal yg diterbitkan pada sana (pada AS) sudah (membagikan) aktivitas selama beberapa bulan. Selama beberapa bulan kami telah mengirim permintaan pada Amerika Serikat soal Fethullah Gulen. Amerika Serikat harus mengekstradisi beliau,” istilah Soylu.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry tak terima dengan tuduhan Turki. Kerry berkata tuduhan palsu dari Turki telah membahayakan persekutuan AS serta Turki pada NATO.

Kerry melalui juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat John Kirby mengatakan bahwa AS mendesak Turki buat menunda buat menjatuhkan hukuman berat sehabis upaya perebutan kekuasaan gagal yg dilakukan militer.

”beliau (Kerry) membentuk jelas bahwa AS bersedia buat memberikan donasi kepada otoritas Turki untuk melakukan penyelidikan ini, tapi insinuasi publik atau klaim perihal kiprah apa pun sang Amerika perkumpulan dalam upaya kudeta yang gagal, benar-benar palsu dan  berbahaya bagi korelasi bilateral kita,” kata Kirby.